Nama : KHASNA LAILA TANZIILA {XI VOKASI 1}

Artikel 1: Memahami VLAN (Virtual LAN) dan Manfaatnya pada Jaringan Skala Menengah

Apa itu VLAN?

Virtual Local Area Network (VLAN) adalah teknologi yang memungkinkan administrator jaringan untuk membagi satu fisik switch menjadi beberapa jaringan lokal yang logis secara virtual.

Mengapa VLAN Dibutuhkan?

Tanpa VLAN, semua perangkat yang terhubung ke satu switch berada dalam satu broadast domain yang sama. Jika ada ratusan komputer mengirimkan data (broadcast), jaringan akan menjadi lambat dan tidak aman karena semua orang bisa saling mengintip lalu lintas data.

Cara Kerja VLAN

Setiap port pada switch akan diberi tanda atau label berupa VLAN ID (angka dari 1 sampai 4094).

  • Perangkat di VLAN 10 (misal: Ruang Keuangan) tidak akan bisa berkomunikasi dengan VLAN 20 (misal: Ruang Tamu/Guest).
  • Agar antar VLAN bisa saling mengobrol, diperlukan perangkat Layer 3 seperti Router atau Switch Multilayer melalui proses yang disebut Inter-VLAN Routing.

Keuntungan Utama

  • Keamanan Lebih Tinggi: Data sensitif perusahaan terisolasi dari pengguna umum.
  • Penghematan Biaya: Tidak perlu membeli switch fisik baru untuk memisahkan jaringan.
  • Performa Maksimal: Mengurangi penumpukan lalu lintas data (broadcast storm).

Artikel 2: Mengenal DNS Server dan Cara Kerjanya di Jaringan Internet

Apa itu DNS Server?

Domain Name System (DNS) adalah sebuah sistem yang berfungsi seperti buku telepon raksasa untuk internet. Tugas utamanya adalah menerjemahkan nama domain yang mudah diingat manusia menjadi alamat IP (Internet Protocol) yang dipahami oleh komputer.

Analogi Sederhana

Saat Anda mengetik google.com di browser, komputer Anda sebenarnya tidak tahu di mana letak situs tersebut. Komputer membutuhkan alamat seperti 142.250.190.46. DNS-lah yang mencarikan dan mencocokkan nama google.com dengan angka IP tersebut.

Proses Kerja DNS (DNS Resolution)

  1. DNS Query: Browser meminta alamat IP dari domain yang Anda ketik.
  2. DNS Recursor: Server pertama yang menerima permintaan dan mencari tahu jawabannya.
  3. Root Nameserver: Mengarahkan pencarian ke server yang lebih spesifik berdasarkan ekstensi domain (seperti .com, .id, .net).
  4. TLD Nameserver: Mengarahkan ke server penyimpan data spesifik domain tersebut.
  5. Authoritative Nameserver: Memberikan jawaban final berupa IP Address ke browser Anda.

Pentingnya DNS bagi TKJ

Siswa TKJ wajib menguasai instalasi DNS Server (biasanya menggunakan aplikasi BIND9 di Linux Debian) agar bisa membuat domain lokal untuk kebutuhan server internal sekolah atau perusahaan.


Artikel 3: Konsep Manajemen Bandwidth Menggunakan Metode Queue

Apa itu Manajemen Bandwidth?

Manajemen bandwidth adalah proses mengalokasikan dan memprioritaskan kapasitas jaringan (kecepatan internet) untuk pengguna atau aplikasi tertentu. Tujuannya agar seluruh pengguna mendapatkan distribusi internet yang adil dan stabil.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *